Opini/Artikel

Bangun Sinergi Penyuluh Dan Tokoh Agama - Tokoh Masyarakat
Berita , @ 14/06/2021 19:13:54
Short Course Dakwah Melalui Media Sosial
Berita , @ 29/01/2020 11:11:20
Kisah Nabi Muhammad SAW Bag 2
Opini , @ 28/01/2020 09:14:59
Kisah Nabi Muhammad SAW
Hikayat , @ 27/01/2020 09:00:19
Kisah Habib Ali al Habsyi
Hikayat , @ 11/02/2019 08:38:46

Polling

Bagaimanakah kinerja kelompok kerja penyuluh Kemenang Kebumen ?
Sangat Baik
Baik
Cukup
Tidak Tahu

Submit Lihat Hasil Polling

Setujukah dakwah Islam juga dilakukan melalui media online ?
Sangat setuju
Setuju
Tidak setuju
Tidak tahu

Submit Lihat Hasil Polling

Opini/Artikel / Opini / Detail

Kisah Nabi Muhammad SAW Bag 2

Opini 28 Januari 2020 09:14:59 WIB Administrator dibaca 293 kali
Nenek Moyang Nabi
Muhammad SAW


Salah seorang nenek
moyang Nabi Muhammad bernama Hasyim bin Abdul Manaf. Ia adalah pemuka
masyarakat dan orang yang berkecukupan. Masyarakat Mekah mematuhi dan
menghormatinya. "Wahai penduduk Mekah, aku membagi perjalanan kalian
menurut musim. Jika musim dingin tiba, pergilah berdagang ke Yaman yang hangat.
Jika musim panas, giliran kalian pergi ke Syam yang sejuk!" demikian
keputusan Hasyim.



Hasyim tambah
disayangi penduduk Mekah karena pada suatu musim kemarau yang mencekam, ia
pernah membawa persediaan makanan dari tempat yang jauh. Padahal, saat itu
makanan amat sulit didapat. "Terima kasih, wahai Hasyim! Engkau menolong
kami dengan pemberian makanan ini!" seru penduduk Mekah.



Di bawah kepemimpinan
Hasyim, Mekah berkembang menjadi pusat perdagangan yang makmur. Pasar-pasar
didirikan sebagai tempat berniaga kafilah-kafilah dagang yang datang dan pergi
silih berganti, baik pada musim panas maupun pada musim dingin. Demikian
pandainya penduduk Mekah berdagang, sampai-sampai tidak ada pihak lain yang
mampu menyaingi mereka.



Akan tetapi, di
samping kemajuan yang besar itu, masyarakat Arab juga mengalami kemunduran luar
biasa. Itulah sebabnya mereka dijuluki masyarakat jahiliah alias masyarakat
yang diliputi kebodohan. Itulah juga sebabnya sampai Allah mengutus rasul
terakhir-Nya di tempat ini.



 



Pembagian Urusan



Beberapa jabatan
pemerintahan di Mekah di antaranya:



Hijabah : Pemegang
kunci Ka'bah,



Siqayah : Penyedia
air dan makanan buat para peziarah,



Rifadah : Mengatur
pembagian dana dari orang kaya untuk fakir miskin, Qiyadah : Mengatur urusan
peperangan.



 



Percaya Takhayul



"Oh, tidak!
Burung itu terbang ke kiri! Aku pasti akan tertimpa sial!" umpat
seseorang, orang itu kebetulan melihat seekor burung yang terbang di atas
kepalanya berbelok ke arah kiri. Sepanjang hari itu, dia jadi murung karena
yakin bahwa dia bernasib sial walaupun belum tahu kesialan macam apa yang akan
menimpanya.



Orang-orang Arab pada
masa jahiliyah amat percaya pada takhayul. Contohnya, mereka percaya jika
burung yang mereka lihat terbang ke kiri, nasib sial akan menimpa mereka.
Sebaliknya jika burung kebetulan terbang ke kanan, nasib baik akan datang.
Kepercayaan semacam ini disebut At Tathayyur.



Selain itu, mereka
percaya bahwa jika seseorang mati, rohnya akan menjadi burung. Mereka juga
percaya bahwa di dalam perut manusia ada ular. Ular inilah yang menggigit di
dalam perut sehingga orang merasa lapar.



"Lihat cincin
tembagaku ini", kata seorang kepada temannya dengan bangga, "Cincin
ini adalah pemberian seorang dukun kepadaku. Tidak sia sia aku memberinya uang
banyak agar membuatkan cincin ini. Jangan coba-coba menantangku berkelahi sekarang.
Berkat cincin ini, aku merasa jauh lebih kuat!".



Masih banyak
kebodohan serupa yang mereka perlihatkan. Mereka juga amat taat menyembah
berhala-berhala berbentuk patung. Jika mereka meminta pertolongan kepada
berhala, tidak segan-segan mereka mengorbankan binatang ternak dan mengoleskan
darahnya di tubuh berhala. Bahkan mereka terkadang sampai hati mengorbankan
anak- anaknya sendiri demi mengharap keridhaan berhala.



Selain melakukan
kebodohan-kebodohan itu, mereka masih melakukan banyak sekali hal hal yang
merusak.



 



Awal Mula Penyembahan
Berhala



Awal mula penyembahan
berhala di Mekkah, ketika seorang bernama Amar bin Luhay membawa berhala besar
bernama Hubal yang dibelinya dari daerah Syam. Di Mekkah, berhala Hubal ditaruh
di Ka'bah dan disuruhnya orang orang datang menyembahnya.



Menjelang menaklukkan
Mekkah oleh Nabi Muhammad saw. Ka'bah dipenuhi oleh tiga ratus enam puluh
berhala yang terbuat dari batu, kayu, perak, bahkan emas.



 



Gemar Mabuk dan
Berjudi



Bangsa Arab pada masa
itu sangat gemar meminum arak. Hampir semua orang adalah peminum kecuali
beberapa saja yang tidak.



Para pelayan datang
membawakan baki dan botol-botol minuman. Orang orang datang berkumpul sambil
tertawa.



Para penari datang
disambut tepukan dan sorak sorai. Ketika minuman mulai membuat mereka mabuk,
seseorang kembali berseru, "Bawakan alat alat judi kemari!"



Orang pun membawakan
alat-alat judi berupa bilah-bilah kayu dan sebuah kantung kulit. Beberapa ekor
unta dipotong, yang kalah berjudi harus membayar unta-unta tersebut. Selain
berjudi dengan memotong unta, mereka juga berjudi dengan bermacam macam cara.



Demikianlah minum
sambil berjudi adalah kebiasaan yang amat digemari oleh bangsa Arab saat itu.
Bahkan, setelah Nabi Muhammad SAW mengajarkan Islam, masih banyak pemeluk baru
agama Islam yang masih suka meminum arak sampai turunlah perintah Allah yang
berangsur-angsur mengharamkan orang meminum minuman keras.



 



Barm



Judi memotong unta
adalah judi yang paling digemari orang Arab Jahiliyah. Bilah-bilah kayu dikocok
dalam kantung dan dibagikan. Orang yang mendapat undi kosong dinyatakan kalah
dan harus membayar unta yang dipotong. Daging unta kemudian dibagikan kepada
fakir miskin. Orang yang tidak suka berjudi semacam ini dipandang sebagai
seorang kikir, yang biasa disebut barm.



 



Bersambung…..