Arsip Hikayat

Opini/Artikel

Bangun Sinergi Penyuluh Dan Tokoh Agama - Tokoh Masyarakat
Berita , @ 14/06/2021 19:13:54
Short Course Dakwah Melalui Media Sosial
Berita , @ 29/01/2020 11:11:20
Kisah Nabi Muhammad SAW Bag 2
Opini , @ 28/01/2020 09:14:59
Kisah Nabi Muhammad SAW
Hikayat , @ 27/01/2020 09:00:19
Kisah Habib Ali al Habsyi
Hikayat , @ 11/02/2019 08:38:46

Polling

Bagaimanakah kinerja kelompok kerja penyuluh Kemenang Kebumen ?
Sangat Baik
Baik
Cukup
Tidak Tahu

Submit Lihat Hasil Polling

Setujukah dakwah Islam juga dilakukan melalui media online ?
Sangat setuju
Setuju
Tidak setuju
Tidak tahu

Submit Lihat Hasil Polling

Opini/Artikel / Hikayat / Detail

Kisah Nabi Muhammad SAW

Hikayat 27 Januari 2020 09:00:19 WIB Administrator dibaca 383 kali



Bagian
1 Pendahuluan



JAZIRAH
ARAB



Jazirah
Arab itu sebenarnya tidak hanya terdiri atas gurun pasir. Ada banyak tanah
subur yang telah dihuni sejak lama. Tanah-tanah subur itu terutama terletak di
daerah pantai, seperti Yaman, Yamamah, Hadramaut, dan Ahsa. Di bagian tengah
Jazirah Arab ada sebuah wilayah subur lain bernama Najd. Wilayah ini dikenal
sebagai tempat asal kuda Arab yang termahsyur di mana-mana.



Najd
dan Yamamah juga terkenal sebagai penghasil gandum. Demikian banyak gandum yang
dihasilkan sehingga konon mampu memenuhi kebutuhan seluruh penduduk Jazirah
Arab yang ketika Nabi Muhammad dilahirkan berjumlah sekitar 10 juta- 12 juta
jiwa.



Di
kota Madinah terdapat bukit -bukit yang baik untuk ditanami. Sementara itu,
kota Thaif terkenal karena buah-buahannya.



Di
luar daerah-daerah subur, Jazirah Arab dipenuhi gunung dan bukit-bukit batu
yang besar. Tidak ada sungai mengalir. Suhu udaranya sangat panas. Karenanya,
penduduk Arab umumnya suka mengembara. Mereka suka berpindah ke tempat mana
saja yang dapat memenuhi keperluan hidup sehari-hari berserta hewan-hewan
ternak mereka.



Unta



Unta
adalah kendaraan yang sangat diandalkan penduduk gurun pasir. Ia dapat
mengarungi gurun selama 17 hari tanpa minum. Walaupun pelan, jika dipacu unta
dapat menempuh jarak sampai 300 km dalam sehari. Unta mau melahap ranting dan
rumput pahit yang di jauhi kambing. Unta juga mau minum air berlumpur dan
mengubahnya menjadi susu bermutu tinggi yang dapat digunakan sebagai obat tetes
mata. Dagingnya dimakan, bulunya dibuat tali, kulitnya dapat menjadi aneka
alat, mulai dari sandal sampai atap dan perisai perang. Air seninya menjadi
sampo pencuci rambut. Kukunya dibakar dan diulek menjadi tepung untuk obat luka
atau adonan kue. Kotorannya dapat dipakai sebagai bahan bakar. Unta adalah
karunia Allah untuk penduduk gurun pasir.



 Letak Mekah



Di
Kota Mekah inilah terletak Ka'bah, Baitullah. Ke arah Ka'bahlah seluruh Muslim
di dunia menghadapkan diri jika sedang shalat. Di kota Mekah inilah nabi
Muhammad SAW dilahirkan.



Kota
Mekah adalah sebuah lembah yang tidak begitu luas, di tengah lautan pasir.
Bukit-bukit mengurung lembah ini rapat-rapat. Begitu rapatnya sehingga cuma ada
tiga jalan untuk keluar dan masuk Mekah. Jalan pertama menuju ke Yaman, jalan
ke dua menuju ke Laut Merah, dan jalan ketiga adalah jalan menuju Palestina.



 



Ribuan
tahun yang lalu, Lembah Mekah hanyalah sebuah tempat persinggahan rombongan
kafilah, baik yang datang dari Yaman menuju Palestina maupun sebaliknya, yang
datang dari Palestina menuju Yaman. Nabi Ismail lah yang pertama kali membuat
Mekah menjadi sebuah kota.



Pakaian
Orang Arab



Penduduk
asli Jazirah Arab adalah suku Badui. Pakaian mereka longgar, hangat pada musim
dingin, dan sejuk pada musim panas. Pakaian ini menjaga kulit dari sengatan
matahari serta angin kering.



Pada
zaman para nabi, pakaian ini terdiri atas dua helai. Satu helai melilit tubuh
dari bawah ketiak. Satu helai lagi adalah sebuah jubah panjang sampai kaki dan
terbuat dari bulu domba atau unta. Warnanya krem dengan lurik tegak berwarna
hitam, biru, coklat atau putih.



Pakaian
wanitanya panjang menyapu tanah dan sangat longgar. Selendang melilit pinggang,
jubahnya berlurik merah, kuning, hitam atau biru. Cadarnya berwarna hitam atau
putih. Tudung kepala berwarna merah, putih, atau cokelat melindungi mata,
telinga, dan hidung dari debu dan badai pasir.



Badui



Suku
Badui adalah penduduk asli Jazirah Arab. Mereka adalah prajurit pengelana yang
tangguh. Tinggi mereka sedang, tapi kekar, cekatan, dan kuat menderita dalam
alam yang keras. Jika ada anggota keluarga yang tewas, para lelaki Badui akan
segera membalas pembunuhnya. Mereka berani dalam bertempur dan sabar dalam
kekalahan.



Meski
demikian, orang Badui terkenal ramah, senang memberi, dan sangat menghormati
tamu. Mereka juga tenang, sabar, dan tidak cepat marah. Orang Badui juga sangat
mengagumi keindahan syair. Jiwa orang orang Badui mudah terpanggil pada
kebenaran. Mereka adalah orang orang sederhana. Mereka duduk di lantai dengan
wadah makanan di lutut. Dengan demikian, tidak bisa dibedakan mana majikan dan
mana bawahan.



Kepada
orang-orang inilah Nabi Muhammad SAW  diutus. Berkat bimbingan Nabi Muhammad SAW
orang orang Badui dari padang pasir yang sunyi ini mampu mengguncang dunia.
Merekalah yang akhirnya menyebarkan agama Islam ke seluruh dunia. Merekalah
yang membangun umat Islam menjadi umat yang besar dan dihormati.



Namun,
jauh sebelum menyebar ke penjuru bumi, perjalanan umat Islam di Jazirah Arab
dimulai oleh kisah Nabi Ibrahim AS. Beliau adalah nenek moyang Nabi Muhammad SAW.



Bersambung……