Polling

Bagaimanakah kinerja kelompok kerja penyuluh Kemenang Kebumen ?
Sangat Baik
Baik
Cukup
Tidak Tahu

Submit Lihat Hasil Polling

Setujukah dakwah Islam juga dilakukan melalui media online ?
Sangat setuju
Setuju
Tidak setuju
Tidak tahu

Submit Lihat Hasil Polling

Galeri Kegiatan / Galeri Foto / Detail

BANGUN SINERGITAS PENYULUH DAN TOMAS & TOGA

dipublish 14 Juni 2021 19:05:32 WIB dilihat 73 kali

AMANAH AGUNG KUA, BANGUN SINERGITAS PENYULUH DAN TOMAS - TOGA Diantara tugas Kantor Urusan Agama (KUA) yaitu sebagai tempat pelayanan, pengawasan, pencatatan dan pelaporan nikah dan rujuk. Selain itu KUA juga melayani hal-hal yang terkait dengan haji, zakat, wakaf, kemasjidan, dan problematika yang muncul di masyarakat yang bersifat sosial maupun keagamaan. Oleh karenanya, untuk memberikan pelayanan yang optimal, KUA Kecamatan Alian mengadakan pertemuan bersama para Pembantu Pegawai Pencatat Nikah (P3N), Penyuluh Fungsional dan para penyuluh non PNS. Acara ini dilaksanakan pada Hari Senin, 14 Juni 2021 yang bertempat di aula KUA setempat. Dalam presentasinya, beliau Bapak H. Sucatmiko RM, S.Ag selaku kepala KUA Alian, beliau memberikan arahan kepada segenap penyuluh Agama Islam beserta Tokoh Agama dan Tomas dari 16 desa di Kecamatan Alian. Adapun materi yang disampaikan salah satunya terkait ditundanya ibadah haji pada tahun 144 H/ 2021 M. “Mohon bisa disampaikan kepada warga masyarakat bahwasanya ibadah tahun ini hanya dibatasi untuk warga domestik Arab Saudi dan Ekspatriat atau warga asing yang saat ini tinggal di Arab saudi’, tandasnya Sehingga jelas sudah persoalan ibadah haji yang selama ini menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat bahkan nasional. Jamaah diharapkan memahami dan dapat menerima dengan hati yang ikhlas atas keputusan yang berlaku. Selain itu, tertundanya ibadah haji tahun 2021 ini menunjukkan bahwa Arab Saudi menomorsatukan aspek keselamatan dan kesehatan jiwa jamaah. Acara yang berlangsung pada senin pagi ini, selain memberikan arahan dan himbauan terkait ibadah haji—tidak kalah ketinggalan juga urusan pernikahan yang cukup pelik di kalangan masyarakat. Utamanya persoalan nikah siri yang terkadang muncul di permukaan. Sebagai P3N diharapkan tidak mengikuti acara pernikahan siri baik itu menyaksikan apalagi memberikan solusi bagi masyarakat. Menikah itu hendaknya tercatat secara resmi baik legal secara agama maupun pemerintahan. Serta dismapaikan persoalan wakaf terkait petingnya administrasi dan optimalisasi harta wakaf. Acara berlangsung cukup khidmat dan dapat dipahami oleh semua pihak. Dengan pokok inti, keluarga besar KUA utamanya Penyuluh Agama sebagai tuoksinya diharapkan mampu membawa masyarakat dan membimbing dengan sebaik-baiknya supaya anggota masyarakat terarah sesuai aturan agama dan pemerintahan.//Matori PAIF Alian