Arsip Hikayat

Opini/Artikel

Kisah Habib Ali al Habsyi
Hikayat , @ 11/02/2019 08:38:46
jangan Tunda Lagi, Bergegaslah
Artikel , @ 31/01/2019 10:14:05
TANDA TANDA KEBAIKAN ORANG
Artikel , @ 08/12/2018 22:44:05
Rukyah Kecerdasan SMPN 08 Purworejo di Kampung Dakwah
Berita , @ 29/10/2018 08:33:03
WALISONGO, Penyuluh Agama Islam Nusantara
Artikel , @ 26/09/2018 10:13:06

Polling

Bagaimanakah kinerja kelompok kerja penyuluh Kemenang Kebumen ?
Sangat Baik
Baik
Cukup
Tidak Tahu

Submit Lihat Hasil Polling

Setujukah dakwah Islam juga dilakukan melalui media online ?
Sangat setuju
Setuju
Tidak setuju
Tidak tahu

Submit Lihat Hasil Polling

Opini/Artikel / Hikayat / Detail

Kisah Habib Ali al Habsyi

Hikayat 11 Februari 2019 08:38:46 WIB Anwar Mustajib Al Khafidz, Peyuluh Agama Kecamatan Sruweng dibaca 52 kali

Nasab Beliau: ‘Ali bin Muhammad bin Hussin bin ‘Abdullah bin Syeikh bin ‘Abdullah bin Muhammad bin Hussin bin Ahmad Shohib asy-Syi’ib bin Muhammad Asghar bin ‘Alwi bin Abu Bakar al-Habsyi bin ‘Ali bin Ahmad bin Muhammad Asadullah bin Hasan at-Turabi bin ‘Ali bin al-Faqih al-Muqaddam Muhammad bin ‘Ali bin Muhammad Shohib Mirbath bin ‘Ali Khali’ Qasam bin ‘Alwi bin Muhammad bin ‘Alwi bin ‘Ubaidullah bin al-Muhajir Ahmad bin ‘Isa bin Muhammad an-Naqib bin ‘Ali al-‘Uraidhi bin Ja’far ash-Shodiq bin Muhammad al-Baqir bin ‘Ali Zain al-‘Abidin bin Hussin as-Sibth putera kepada Sayyidina ‘Ali bin Abi Thalib dan Sayyidah Fathimah al-Zahra’ binti Rasulullah.
Ayahanda beliau adalah merupakan Mufti Syafi’iyyah di Makkah sejak tahun 1270 H menggantikan Syaikh Ahmad Dimyathi yang wafat. Setelah kewafatan Habib Muhammad bin Hussin al-Habsyi, tempatnya diganti oleh Sayyid Ahmad Zaini Dahlan.Diantara ulama Melayu yang sempat berguru kepada Habib Muhammad bin Hussin al-Habsyi ialah Syaikh Arsyad Thawil Banten, Jawa Barat. Beliau juga berguru kepada al-Muhaddits Habib Hussin bin Muhammad bin Hussin al-Habsyi. Syaikh Mahfudz Termas juga belajar hadits kepada al-Muhaddits Habib Hussin bin Muhammad al-Habsyi, yaitu saudara kepada Habib ‘Ali al-Habsyi.
Diceritakan bahwa Habib ‘Ali al-Habsyi sangatlah dermawan sehingga tidak tidak tersisa uang dirumah beliau. pada satu kesempatan, datanglah seseorang yang datang dan meminta sejumlah uang untuk memenuhi hajatnya menikahkan putrinya. Karena sudah tidak memiliki uang, sang Habib menyampaikan nanti kalau sudah memiliki akan diserahkan padanya. Namun si Fulan kemudian meminta permadani yang ada dikediaman rumah Habib untuk dijual dan sang Habib merelakan permadani tersebut.
Sesampai di pasar, permadanai tersebut terlihat oleh saudagar kaya dan dia terbesit dihatinya alangkah baiknya kalo permadani tersebut ada dikediaman Habib. Karena cintanya saudagar kaya tersebut kepada Habib, kemudian dibelinya permadani tersebut dengan  harga yang mahal. Si Fulan pulang memenuhi hajat menikahkan putrinya dengan uang yang cukup, permadani kembali ke kediaman Habib atas cinta seorang saudagar yang kaya. Wallohu 'alam.