Arsip Berita Hangat

Opini/Artikel

Rukyah Kecerdasan SMPN 08 Purworejo di Kampung Dakwah
Berita , @ 29/10/2018 08:33:03
WALISONGO, Penyuluh Agama Islam Nusantara
Artikel , @ 26/09/2018 10:13:06
Tehnis dan Tata Cara Perawatan Janazah
Fiqh Ibadah , @ 24/09/2018 10:40:23
Ruqyah Kecerdasan di Kampung Dakwah
Berita , @ 20/09/2018 10:45:16
SEMARAK TAHUN BARU 1440 H DI KEC. ROWOKELE
Berita , @ 12/09/2018 10:34:33

Polling

Bagaimanakah kinerja kelompok kerja penyuluh Kemenang Kebumen ?
Sangat Baik
Baik
Cukup
Tidak Tahu

Submit Lihat Hasil Polling

Setujukah dakwah Islam juga dilakukan melalui media online ?
Sangat setuju
Setuju
Tidak setuju
Tidak tahu

Submit Lihat Hasil Polling

Opini/Artikel / Berita Hangat / Detail

Antisipasi Hoaks, Mahfud MD Tekankan Tiga Hal Ini

Berita Hangat 13 Maret 2018 08:40:24 WIB M. Asrori, SE Penyuluh Agama Kecamatan Poncowarno dibaca 64 kali

Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta Mohammad Mahfud MD mengungkapkan, maraknya informasi palsu, berita bohong atau hoaks mempunyai potensi ancaman yang cukup serius bagi keberlangsungan kehidupan berbangsa.

Sebab itu, Menteri Pertahanan era Presiden KH Abdurrahman Wahid ini menekankan tiga hal sebagai langkah antisipasi hoaks. Menurutnya, masyarakat harus membangun kesadaran kolektif bahwa;  pertama, NKRI ini harus dijaga sebagai negara yang aman dan nyaman untuk kita hidup. Kedua, hoaks itu mengancam keutuhan NKRI dan memancing disintegrasi masyarakat,” ujar Prof Mahfud dikutip NU Online dari akun twitterpribadinya, Jumat (9/3). Ketiga, lanjutnya, dukung penegak hukum untuk menangkap dan menghukum produsen hoaks yang jahat.

Menurut Ketua Mahkamah Konstitusi 2008-2013 ini, hoaks yang memfitnah dan mengadu domba serta membuat resah masyarakat harus dihukum maksimal. “Dilihat dari sudut pandang apapun, pembuat hoaks itu sangat jahat,” tegasnya.

Sebelumnya, Dosen UIN Raden Intan Lampung KH Ahmad Ishomuddin mengatakan, dari sisi hukum Islam, menyebar kebohongan sama dengan berbohong itu sendiri. Sedangkan jelas ajaran Islam maupun agama-agama lain melarang umatnya berlaku bohong. “Dari sisi hukum Islam, menebar kebohongan adalah berbohong itu sendiri. Kebohongan tidak diperbolehkan dalam agama,” tegasnya kepadaNU Online, Selasa (6/3) lalu di Jakarta.

Menurutnya, kebohongan itu bisa berdampak besar seperti timbulnya fitnah. Fitnah ini yang menurutnya berpotensi besar memunculkan perpecahan antaranak bangsa. “Jika fitnah sudah tersebar, maka akan timbul perpecahan. Sedangkan persatuan diperintahkan dan perpecahan dilarang dalam agama,” jelasnya.

Kiai Ishom menyayangkan penggunaan identitas Islam untuk memproduksi hoaks, menebarkan ujaran kebencian, menghina tokoh-tokoh tertentu, dan tindakan-tindakan negatif lainnya. Mereka berdalih menyelamatkan agama dan berjuang memerangi musuh Islam.

“Berjuang dan menyelamatkan agama tidak dengan cara-cara yang dilarang dalam agama. Berbohong, memfitnah, dan menebarkan kebencian dilarang dalam agama, maka dilarang berbohong atas nama agama. Itu tidak Islami,” tutur Kiai Ishom.