Opini/Artikel

Rukyah Kecerdasan SMPN 08 Purworejo di Kampung Dakwah
Berita , @ 29/10/2018 08:33:03
WALISONGO, Penyuluh Agama Islam Nusantara
Artikel , @ 26/09/2018 10:13:06
Tehnis dan Tata Cara Perawatan Janazah
Fiqh Ibadah , @ 24/09/2018 10:40:23
Ruqyah Kecerdasan di Kampung Dakwah
Berita , @ 20/09/2018 10:45:16
SEMARAK TAHUN BARU 1440 H DI KEC. ROWOKELE
Berita , @ 12/09/2018 10:34:33

Polling

Bagaimanakah kinerja kelompok kerja penyuluh Kemenang Kebumen ?
Sangat Baik
Baik
Cukup
Tidak Tahu

Submit Lihat Hasil Polling

Setujukah dakwah Islam juga dilakukan melalui media online ?
Sangat setuju
Setuju
Tidak setuju
Tidak tahu

Submit Lihat Hasil Polling

Opini/Artikel / Artikel / Detail

WALISONGO, Penyuluh Agama Islam Nusantara

Artikel 26 September 2018 10:13:06 WIB Abdul Aziz, S.Ag. II PAH Kecamatan Petanahan dibaca 88 kali
Sebagaimana telah diketahui, bahwa dalam penyiaran dan penyebaran agama Islamdi Jawa pada abad ke 15-17 M. dipelopori oleh para mubaligh Islamyang lebih dikenal dengan sebutan “Wali”. Adapun para wali ini jumlahnya ada sembilan yang dianggap merupakan kepala kelompok dari sejumlah mubaligh-mubaligh Islamyang bertugas mengadakan operasi di daerah-daerah yang belum memeluk agama Islam. Ada yang berasumsi bahwa konsep “dewan wali” berjumlah sembilan ini diadopsi dari paham Hindu-Jawa yang berkembang sebelum masuknya Islam. Wali Songo seakan-akan dianalogikan dengan sembilan dewa yang bertahta di sembilan penjuru mata angin. Dewa Kuwera bertahta di utara, Isana di timur laut. Indra di timur, Agni di tenggara, dan Kama di selatan. Dewa Surya berkedudukan di barat daya, Yama di barat, Bayu, atawa Nayu, di barat laut, dan Siwa di tengah.
Para wali diakui sebagai manusia yang dekat dengan Tuhan. Mereka ulama besar yang menyemaikan benih Islamdi Jawadwipa. Figur para wali -sebagaimana dikisahkan dalam babad dan “kepustakaan” tutur- selalu dihubungkan dengan kekuatan gaib yang dahsyat. Namun, hingga sekarang, belum tercapai “kesepakatan” tentang siapa saja gerangan Wali nan Sembilan itu. Terdapat beragam-ragam pendapat, masing-masing dengan alasannya sendiri.
Masyarakat pada umumnya mengenal wali hanyalah sembilan orang yaitu: Syeikh Maulana Malik Ibrahim, Sunan Ampel, Sunan Bonang, Sunan Giri, Sunan Drajat, Sunan Kalijaga, Sunan Muria, Sunan Kudus, dan Sunan Gunung Jati. Maka dari itu kita sering menyebutnya dengan nama “Walisongo”.

Peran sebagai Penyuluh Agama

Sebenarnya Walisongo adalah nama suatu dewan da’wah atau dewan mubaligh. Barangkali saat ini dapat dikenal dengan istilah “Penyuluh Agama Islam”. Penyuluh agama merupakan salah satu ikon perubahan masyarakat. Dalam kerjanya tentu berhadapan dengan segudang problematika sebagaimana problematika masyarakat itu sendiri. Para penyuluh agama menjadi agent of change masyarakat menuju kehidupan yang lebih religius, di mana menempatkan nilai-nilai agama sebagai basis perubahan menuju kehidupan yang lebih harmonis, aman tentram dan sejahtera lahir maupun batin. Dalam istilah filsafat Yunani, ada istilah aufklarung yang berarti pencerahan. Demikianlah memang tugas dari para dewan dakwah yang sejak dulu hingga saat ini. Mereka tidak akan ada habisnya, bahkan akan selalu bergantian satu sama lain.
Ibarat kisah para walisongo, apabila ada salah seorang wali yang pergi atau wafat maka akan segera diganti oleh wali lainnya. Era Walisongo sendiri adalah era berakhirnya dominasi Hindu-Budha dalam budaya Nusantara untuk digantikan dengan kebudayaan Islam. Mereka adalah simbol penyebaran Islamdi Indonesia. Khususnya di Jawa. Tentu banyak tokoh lain yang juga berperan. Seperti para Sayyid yang makamnya berada di Urut Sewu Pantai Selatan Jawa yaitu Syekh Maulana Maghribi, Syekh Bela-Belu, Syekh Maulana Mubin, Syekh Abdul Baqi, Syekh Nurudzuhur dan lain sebagainya.
Selain berperan sebagai penyuluh agama Islam, para wali tersebut juga berperan dalam bidang sosial-politik, seperti mendirikan Kerajaan Islamdi Jawa, dari era Kerajaan Demak hingga Mataram Islam. Di sisi lain juga pengaruhnya terhadap kebudayaan masyarakat secara luas serta dakwah secara langsung, membuat “sembilan wali” ini lebih banyak disebut dibanding yang lain. Walaupun tidak menutup kemungkinan ada jasa-jasa dari wali lain yang boleh jadi lebih besar daripada salah satu dari “sembilan wali” tersebut, hanya saja belum ada yang mengungkapnya.
Mengenai nama-nama asli walisongo -kecuali Maulana Malik Ibrahim- hingga kini masih terdapat sedikit perbedaan. Hal itu dapat dimaklumi karena mereka pada umumnya tidak meninggalkan sumber rujukan. Adapun nama-nama yang didahului dengan sebutan “Sunan” semuanya berasal dari kata “Susuhunan” yang bermakna “yang mulia”. Demikian pula “Maulana” yang bermakna “pemimpin kita”. Semua nama julukan tersebut diberikan masyarakat Muslim Jawa pada masa dahulu karena ketika itu mereka belum mengenal dengan sebutan “Sayyid, Habib, dan Syarif” yang lazim digunakan untuk menyebut nama-nama keturunan Ahlu Bait Rasulullah SAW.
Tantangan yang dihadapi penyuluh agama sebagai inspirator dan motor penggerak perubahan ini di antaranya ialah dari aspek sosio ekonomi masyarakat yang beragam, keragaman budaya, keragaman jenjang pendidikan dan pengetahuan masyarakat binanya yang berarti pula beragam tingkat pemahaman dan wawasan masyarakatnya. Tantangan ini baru bersifat internal kemasyarakatan. Belum lagi jika ditambahkan dengan tantangan-tantangan eksternal kemasyarakatan yang muncul dari kepentingan-kepentingan golongan tertentu yang mengancam harmonisasi interaksi di dalamnya.
Di antara tantangan aktual dalam dakwah Islamatau penyuluhan agama Islamadalah mewujudkan dakwah bi al ’amal yakni suatu aksi nyata dalam mengangkat kehidupan ekonomi jamaah yang di bawah garis kemiskinan. Bagaimanapun isu ini seringkali menjadi alasan apologetik dalam melahirkan ragam problematika sosial lainnya. Alasan ekonomi sering manjadi alasan pembenaran atas tindakan tindakan yang dapat dikategorikan pelanggaran terhadap norma sosial keagamaan. Maka menjadi penting kiranya aktualisasi dakwah bi al ’amal, sebagaimana dakwah Rasulullah SAW dan para wali di tanah Jawa ini untuk dijadikan proyeksi utama dalam aktifitas penyuluhan agama.