Opini/Artikel

Rukyah Kecerdasan SMPN 08 Purworejo di Kampung Dakwah
Berita , @ 29/10/2018 08:33:03
WALISONGO, Penyuluh Agama Islam Nusantara
Artikel , @ 26/09/2018 10:13:06
Tehnis dan Tata Cara Perawatan Janazah
Fiqh Ibadah , @ 24/09/2018 10:40:23
Ruqyah Kecerdasan di Kampung Dakwah
Berita , @ 20/09/2018 10:45:16
SEMARAK TAHUN BARU 1440 H DI KEC. ROWOKELE
Berita , @ 12/09/2018 10:34:33

Polling

Bagaimanakah kinerja kelompok kerja penyuluh Kemenang Kebumen ?
Sangat Baik
Baik
Cukup
Tidak Tahu

Submit Lihat Hasil Polling

Setujukah dakwah Islam juga dilakukan melalui media online ?
Sangat setuju
Setuju
Tidak setuju
Tidak tahu

Submit Lihat Hasil Polling

Opini/Artikel / Artikel / Detail

PROSEDUR PENGURUSAN WAKAF

Kepala KUA ALIAN 08 Maret 2018 09:43:46 WIB dibaca 211 kali

Syarat, Proses dan Prosedur Sertifikasi Tanah Wakaf


1. Pengertian Wakaf : adalah
Perbuatan hukum seseorang atau kemlompok orang atau badan hukum yang memisahkan sebagian dari benda miliknya dan melembagakannya untuk selama-lamanya guna kepentingan ibadat atau keperluan umum lainnya sesuai dengan ajaran Islam (KHI Pasal 215 :1)
2. Unsur unsur wakaf : a. Wakif (Orang atau sekelompok orang atau Badan Hukum yang mewakafkan), b. Nadzir (sekelompok orang atau badan hukum yang diserahi harta wakaf untuk dipelihara sesuai fungsinya) c. Harta Wakaf (mauquf alaih) adalah Harta yang di wakafkan baik bergerak maupun tidak bergerak  yang memiliki daya tahan lama dan bernilai tidak sekali pakai. d. Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf (PPAIW) adalah pejabat pemerintah (Menteri Agama) yang diangkat berdasarkan peraturan perundang undangan yang berlaku, berkewajiban menerima ikrar dari wakif dan menyerahkannya kepada nadzir serta melakukan pengawasan untuk kelestariannya.
3. Syarat syarat : 1. Waqif  maupun Nadzir adalah sudah baligh atau dewasa, bila nadzir badan hukum maka sudah memiliki peraturan yang sah menurut uu yang berlaku;  2. Harta (mauquf alaih) : tidak dalam sengketa,
4. Prosedur Pengurusan Harta Wakaf :
Syarat-syarat pembuatan sertifikat tanah Wakaf di KUA Kecamatan :
Datang ke KUA untuk pembuatan AIW/APAIW dengan membawa dokumen sebagai berikut:

    1. Sertifikat Hak Atas Tanah (bagi yang sudah sertifikat), atau surat-surat pemilikan tanah (termasuk surat pemindahan hak, surat keterangan warisan, girik dll) bagi tanah hak milik yang belum bersertifikat.
    2. Surat Pernyataan Wakaf , asli dan Foto Copy rangkap 4.
    3. Surat Keterangan dari Lurah/Kades setempat yang diketahui Camat bahwa tanah tersebut tidak dalam sengketa.
    4. Susunan Pengurus Masjid/Mushalla atau lainnya yang ditanda tangani Ketua dan diketahui oleh Lurah /Kades setempat.
    5. Mengisi Formulir Model WK dan WD.
    6. Foto Copy KTP Wakif (yang berwakaf) apabila masih hidup.
    7. Foto Copy KTP para Pengurus yang akan ditetapkan sebagai Nazhir Wakaf.
    8. Foto Copy KTP para Saksi.
    9. Menyerahkan Materai bernilai Rp. 6.000 (enam ribu rupiah) sebanyak 7 lembar ( 8 lembar jika wakif telah meninggal ).
    10. Menanda-tangani Ikrar Wakaf (W1) bagi Wakif yang masih hidup dan Akta Ikrar Wakaf (AIW)/Akta Pengganti Akta Ikrar Wakaf (APAIW) setelah semua surat-surat lengkap dan diketik oleh petugas.
    11. Membuat surat kuasa kepada PPAIW untuk proses pendaftaran ke BPN (blanko ada di KUA).

Prosedur Mewakafkan Tanah

   Keluarga sudah bermusyawarah terlebih dahulu untuk mewakafkan harta atau tanah miliknya.
   Wakif bersama nazhir mempersiapkan persyaratan adminidstrasi sertifikasi tanah wakaf.
   Kepala Keluarga (selaku Wakif), bersama Nazhir (Pengurus wakaf) dan saksi datang ke KUA menghadap Kepala KUA selaku Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf (PPAIW).
    PPAIW memeriksa persyaratan Wakaf dan selanjutnya mengesahkan Nazhir.
    Wakif mengucapkan Ikrar Wakaf dihadapan saksi-saksi dan PPAIW, selanjutnya membuat Akta Ikrar Wakaf (AIW) dan salinannya.
    Wakif, Nazhir dan saksi pulang dengan membawa AIW (form W.2a).
    PPAIW atas nama Nazhir menuju ke Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota dengan membawa berkas permohonan pendaftaran Tanah Wakaf dengan pengantar form W.7.
    Kantor Pertanahan memproses sertifikat Tanah Wakaf.
    Kepala Kantor Pertanahan menyerahkan sertifikat tanah wakaf kepada Nazhir, selanjutnya ditunjukkan kepada PPAIW untuk dicatat pada daftar Akta Ikrar Wakaf form W.4