Opini/Artikel

Rukyah Kecerdasan SMPN 08 Purworejo di Kampung Dakwah
Berita , @ 29/10/2018 08:33:03
WALISONGO, Penyuluh Agama Islam Nusantara
Artikel , @ 26/09/2018 10:13:06
Tehnis dan Tata Cara Perawatan Janazah
Fiqh Ibadah , @ 24/09/2018 10:40:23
Ruqyah Kecerdasan di Kampung Dakwah
Berita , @ 20/09/2018 10:45:16
SEMARAK TAHUN BARU 1440 H DI KEC. ROWOKELE
Berita , @ 12/09/2018 10:34:33

Polling

Bagaimanakah kinerja kelompok kerja penyuluh Kemenang Kebumen ?
Sangat Baik
Baik
Cukup
Tidak Tahu

Submit Lihat Hasil Polling

Setujukah dakwah Islam juga dilakukan melalui media online ?
Sangat setuju
Setuju
Tidak setuju
Tidak tahu

Submit Lihat Hasil Polling

Opini/Artikel / Artikel / Detail

HUKUM MERAYAKAN VALENTINE DAY

Artikel 15 Februari 2018 18:53:44 WIB PAIF Kebumen dibaca 81 kali



Hari
Valentine (Valentine Day) yang jatuh setiap tanggal 14 Februari
memiliki sejarah panjang yang erat berhubungan dengan masyarakat Nasrani. Kata
'Valentine' sendiri diambil dari seorang pendeta 'pelayan tuhan' yang bernama Santo
Valentine. Ia-lah orang yang berani menolak kebijakan Kaisar Romawi Claudius
melarang pernikahan dan pertunangan.



Pelarangan  ini berawal dari kesulitan pemerintahan Romawi merekrut pemuda dan para pria
sebagai pasukan perang. Padahal pada masa itu, pemerintahan dalam keadaan
perang dan sangat membutuhkan tenaga sebagai prajurit. Sang Kaisar menganggap
kesulitan ini berasal dari keengganan mereka meninggalkan kekasih, istri dan
keluarganya. Oleh karenanya, Sang Kaisar mengeluarkan peraturan yang melarang
pernikahan, karena perniikahan  dianggap sebagai salah satu penghambat
perkembangan politik Romawi. Peraturan ini kemudian ditolak oleh santo
Valentine sehingga ia dihukum mati pada tanggal 14 Februari 270 M.



Hari inilah
yang diabadikan oleh gereja sebagai hari Valentine dan dijadikan momentum
simbolik pengungkapan kasih sayang oleh masyarakat nasrani. Hanya saja,
kemajuan teknologi informasi mampu meruntuhkan tembok pemisah ruang dan waktu.
Hingga berbagai budaya itu dianggap milik bersama. Maka banyak sekali kaum
muslim yang ikut memeriahkan hari Valentine dengan berbagai tradisinya dan
banyak pula kaum nasrani yang ikut memeriahkan hari raya. Bahkan mereka saling
memberikan ucapan selamat.



Baiknya, bagi
kaum muslimin (khususnya yang sering berinteraksi dengan kaum nasrani)
harus berhati-hati karena bisa saja terjatuh dalam kekufuran apabila dia salah
meletakkan niat (maksud hatinya). Karena dalam Bughyatul Musytarsyidin dengan
jelas diterangkan bahwa:



1)     
Apabila seorang muslim yang mempergunakan perhiasan/asesoris seperti
yang digunakan kaum kafir dan terbersit dihatinya kekaguman pada agama mereka
dan timbul rasa ingin meniru (gaya) mereka, maka muslim tersebut bisa dianggap
kufur. Apalagi jikalau muslim itu sengaja menemani mereka ke tempat
peribadatannya.



2)     
Apabila dalam hati muslim itu ada keinginan untuk meniru model
perayaan mereka, tanpa disertai kekaguman atas agama mereka, hal itu terbilang
sebagai dosa.



3)     
Dan apabila muslim itu meniru gaya mereka tanpa ada maksud apa-apa
maka hukumnya makruh.



mso-ascii-font-family:Calibri;mso-ascii-theme-font:minor-latin;mso-fareast-font-family:
Calibri;mso-fareast-theme-font:minor-latin;mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;mso-bidi-theme-font:minor-bidi;mso-ansi-language:
EN-US;mso-fareast-language:EN-US;mso-bidi-language:AR-SA">(????? ?) ???? ?? ???? ??????? ?? ?????? ??? ?????? ??? ??? ??
????? ????? ???? ??? ????? ?????? ?????? ??? ?? ????? ????? ?? ???? ???? ???
????????? ????? ????? ????? ???? ?? ?????? ???? ?? ???? ?????? ??? ?? ?????
????? ?? ?????? ??? ?????? ????? ???? ????? ???? ?? ???? ?? ?? ??? ??? ?????
??? ?????? ?? ??????
 



Namun jika
diperlukan, fenomena sekarang tidaklah demikian. Kebanyakan kaum muda yang
merayakan valentine dengan berbagai macam tradisinya itu sama sekali tidak
berhubungan dengan agama. Bahkan jarang sekali dari mereka yang mengerti
hubungan valentine dengan agama nasrani.



Yang berlaku  sekarang dalam valentine (yang telah mentradisi di kalangan kaum muda juga para
santri) menjurus kepada kemaksiatan yang dapat dihukumi haram. Misalkan
merayakan valentine dengan mengutarakan rasa sayang di tempat yang sepi dan
hanya berduaan. Atau merayakan valentine bersama-sama yang menggannggu
ketertiban umum. Apalagi merayakannya dengan pestapora yang me-mubadzirkan
harta. Sungguh semua itu diharamkan dalam ajaran Islam. Karena segala hal yang
bisa dianggap menyebabkan terjadinya makshiayat hukumnya seperti maksyiatan itu
sendiri. 

Calibri;mso-ascii-theme-font:minor-latin;mso-fareast-font-family:Calibri;
mso-fareast-theme-font:minor-latin;mso-hansi-font-family:Calibri;mso-hansi-theme-font:
minor-latin;mso-bidi-theme-font:minor-bidi;mso-ansi-language:EN-US;mso-fareast-language:
EN-US;mso-bidi-language:AR-SA">????? ??????? ??? ??????? ?? ??? ????? ?? ?????
???? ????? ?? ??? ?????? ?? ?? ???? ??????? ????? ???? ??????? ?????